Mengenal apa itu cytotec. Obat untuk menggurkan kandungan dan menghambat pembuahan

Posted by alifiah mayangsari on Saturday, May 19, 2012

Tidak sedikit yang mengenal obat atau pill cytotec. Kalau ada peringkat obat ilegal yang marak dicari, maka cytotec mungkin termasuk peringkat 5 besar bahkan lebih tinggi lagi.

Fungsi utama yang tidak populer

Cytotec yang mengandung misoprostol 200 mikrogram per butir SESUNGGUHNYA adalah obat untuk gangguan perut / lambung. Gangguan perut / lambung yang menjadi target cytotec bukan hanya gangguan perut / lambung biasa melainkan gangguan perut / lambung yang disebabkan penggunaan obat-obat AINS. Seperti telah diketahui bahwa obat perintang rasa nyeri golongan AINS dapat menimbulkan gangguan pada saluran pencernaan.

Sayangnya, fungsi luhur misoprostol tidak begitu populer. Banyak yang tidak mengenal nyeri perut / lambung yang menjadi target misoprostol. Nama Misoprostol sebagai obat sakit perut / lambung akibat obat golongan AINS menjadi tenggelam. Namun akhirnya, nama Misoprostol dipopulerkan justru oleh penyalahgunaannya. Entah siapa yang memulai, Misoprostol kerapkali dipakai untuk Menggugurkan kandungan untuk menghambat pembuahan kehamilan yang tak diinginkan.

Misoprostol

Cytotec yang merupakan nama dagang dari senyawa kimia yang bernama Misoprostol adalah analog sintetis prostaglandin E1. Cytotec membantu penyembuhan luka perut / lambung dan mengurangi gejala yang ditimbulkan. Lebih jauh, Cytotec juga berfungi melindungi mukosa perut / lambung-usus dengan cara mengurangi volume sekresi perut / lambung dan merintangi aktivitas proteolitik cairan perut / lambung serta meningkatkan sekresi bikarbonat dan mukus.

Cytotec bersifat menguatkan integritas barrier mukosa perut / lambung-usus dari zat-zat yang merusak dengan merangsang sekresi bikarbonat usus dan produksi mukus perut / lambung. Dalam hal ini, Cytotec menjaga kehemodinamikan mukosa.

Aktivitas Farmakologi Yang Lain

Sebagai suatu zat yang memiliki aktivitas biologis, misoprostol atau cytotec juga memiliki efek lain disamping efek terapinya pada perut / lambung. Efek ini sering merupakan efek yang tidak diinginkan dan disebut efek samping (adverse effects).

Salah satu efek samping yang penting diketahui dari misoprostol adalah aksinya terhadap rahim pada wanita. Misoprostol menyebabkan kontraksi rahim yang dapat membahayakan kehamilan.

Penyalahgunaan

Sudah bukan rahasia lagi, Cytotec atau misoprostol sering disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk Menggugurkan kandungan maupun menghambat pembuahan kehamilan. Tidak sedikit muda-mudi yang mencoba membeli Cytotec di apotek-apotek resmi. Bila apotek tidak memuluskan keinginan mereka maka, pasar obat keras ilegal lah yang mereka tuju. Tak heran jika Cytotec menjadi primadona obat-obat ilegal yang penjualannya mungkin menyaingi pil biru, dan obat-obatan sejenisnya.

Penggunaan Obat Berdasarkan Efek Samping

Penggunaan obat-obatan berdasarkan efek samping adalah penggunaan obat yang tidak tepat dan tidak rasional. Sejak langkah awal obat dirancang, para ilmuwan pembuatnya berpedoman untuk merancang obat yang akan memiliki efek terapi besar tetapi memiliki efek samping yang sangat ringan. Jadi penggunaan efek samping obat adalah hal yang irrasional karena, obat yang dimaksud memang tidak ditujukan untuk memberikan efek dari efek sampingnya, justru efek samping itulah yang ditekan hingga seminimal mungkin.

Penggunaan obat berdasarkan efek samping kemungkinan akan berhasil sia-sia bahkan membahayakan. Biasanya untuk menimbulkan suatu efek samping dari obat, diperlukan dosis yang lebih tinggi dari dosis lazim untuk pengobatan. Hal ini dikarenakan, efek samping obat adalah efek yang paling tidak terasa signifikan hingga digunakan dosis yang lebih tinggi barulah efek samping akan terasa jelas.

Penggunaan efek samping obat selalu memerlukan penyesuaian dosis menjadi lebih tinggi. Hal ini lah yang paling beresiko. Membangkitkan suatu efek samping berarti juga membangkitkan efek samping yang lain. Dan ingatlah bahwa obat sebenarnya racun dan dosislah yang membedakannya. Bila seseorang menggunakan obat dengan dosis diatas dosis maksimum berarti dia sedang “bunuh diri” meskipun ia tak menyadarinya.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment